tulisan berat untuk blogq ini yg semua isinya cuman pengen hibur diri.
pertamanya aq pengen nulis nih tulisan karena kejadian tadi pagi waktuq kuliah, matkul pio yang ngadain uts, meski udah dari seminggu lalu udah diberitahukan tapi ttep g belajar juga, ampek tadi pagi yang anak2 udah pada siap dengan kerpekan masing2 (ujian open book) tapi tetep aja g paham dengan sama soal yg dikasih dosen, soalnya cuman 11 itupun pilihan ganda. (proses berfikir lambat, kurang paham dengan materi meski telah dijelaskan berulang kali) kami semua berfikir keras, contek mencontok menjadi pilihan meski tidak menjadi jaminan akan kebenaran jawaban, terbukti setelah selesai mengerjakan kita disuruh untuk menukar kertas jawaban kita ke-teman sebelah kita untuk dicocokkan bersama, akhirnya satu persatu soal dibahas oleh dosen dan jawabanq dan teman-temanq banyak yang salah analisis jawaban. saya sendiri hanya benar tiga dari sebelas pertanyaan.
masalah bermula ketika kita disuruh menyebtkan nilai teman kita yang telah dicocokkan bersama tadi, banyak yang mengatakan nilainya 70, 80,60 aq tahu persisjarang sekali mahasiswa yang bisa mendapat nilai segitu, hanya manipulasi atas nilaki yang didapat dan juga ketakutan akan hasil ip kelak akhir semester. meskipun tidak semua yang memanipulasi nilainya tapi mungkin kurang dari10% mahasiswa yang berkata jujur (aq termasuk yg 90%).
miris juga melihat kenyataan karakter kita yg belum mampu berbuat jujur meski pada hal sepele seperti ini. sebenarnya dalam pendidikan ini apa yg kita cari, ijazahkah atau apa! mengapa sampai terjadi hal semacam ini, kejujuran kita kelak perlu dipertanyakan, mampukah kita menahan godaan korupsi kalau ada kesempatan, saya meragukannya. (introspeksi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar